Wow, Penjual Jajanan di Pinggir Jalan IAIN Surakarta Kompak

Jumat, 11 November 2016 lagi-lagi ditemukan sebuah kejadian unik dan mengesankan. Bagaimana tidak, saat keuar dari kampus dan memasuki area jalan raya, disepanjang pinggir jalan kampus 1 IAIN Surakarta akan nampak jajaran para pedagang makanan dan minuman dengan berlatar sawah hijau di belakangnya. Uniknya dari mereka adalah, hari Jumat yang dianggap menjadi hari yang mulia oleh umat Islam, menjadi satu hari dimana mereka, para penjual makanan disepanjang pinggir jalan IAIN Surakarta menampakkan kekompakannya. Ini terlihat dari pakaian yang mereka pakai ketika sedang berjualan. Terlihat kontras dengan latar belakang sawah yang hijau, mereka memakai baju batik berwarna biru yang cerah.  

Mereka dengan percaya diri menampilkan baju khas Indonesia tersebut. Baju batik yang biasanya dipakai saat dalam acara formal, kali ini dipakai ketika sedang berjualan. Ini kejadian unik sekaligus menarik, pemandangan yang tidak biasa terjadi di pinggir jalan IAIN Surakarta.

Saat ditanyai oleh penulis, salah satu dari penjual mengungkapkan bahwa pemakaian baju batik berwarna biru cerah ini berdasarkan inisiatif dari para penjual sendiri.
“Ini baju memang untuk seragam kok, mbak. Kami ada sebuah paguyuban gitu terus bikin inisiatif pake baju batik gini.” Ungkap salah seorang ibu muda penjual cilok.

Pemandangan unik yang ditampilkan oleh para penjual ini bisa dilihat setiap hari Jumat. “Pake batik seragamnya tiap hari Jumat, mbak.” Tambah ibu sang penjual cilok.

Bukan sekedar unik dipandang, tapi fenomena ini merupakan sebuah ungkapan kekompakan antar penjual yang ada di pinggiran jalan IAIN Surakata. Berada dalam satu wilayah yang sama dengan memiliki profesi dan target yang sama, tak membuat mereka iri atau bahkan saling bermusuhan. Mereka yakin, tidak ada hal yang patut untuk dipersaingkan mengingat mereka adalah saudara tidak hanya saudara sebangsa, tapi juga saudara dalam akidah yang sama.

Adem ga sih kalian ngeliat penjual-penjual ini rukun? Kalau penjual aja bisa rukun, kita sebagai konsumen juga kudu rukun, ya? Hehe.


Aiq Edogawa

Comments

Popular Posts