Eka Temanku



EKA

Sebuah nama teman yang harus wajib ada dalam cerita yang akan aku unggah ini.

Nama seorang teman yang sangat sopan ketika berkomunikasi. Karena yang punya nama yang kebetulan adalah temanku ini merupakan salah satu mahasiswa komunikasi. Aku tidak akan salah orang untuk diberi deskripsi, karena hanya dia satu-satunya teman yang punya nama Eka dalam daftar nama teman-temanku. Atau memang aku tak punya banyak teman, sehingga nama Eka hanya ada satu. Aku tak peduli, aku kenal dia dengan nama Eka. Dan aku memanggilnya dengan nama Eka. Dan ketika aku sedang membicarakan Eka, ya itu artinya aku sedang membicarakannya. Membicarakan temanku yang bernama Eka dan hanya ada satu nama Eka yang menjadi temanku.


Dikenalnya aku dalam sebuah program kampus bernama KKN. Pasalnya, KKN ini merupakan salah satu tempat pencarian cinta yang terfasilitasi (kata temanku bernama Pono), dan aku tidak terlalu mengamini. Buatku, KKN itu tempat untuk menambah daftar orang yang tak menyukaiku. Dari 22 orang yang ikut KKN termasuk aku, kukira hanya aku yang tidak membenci diriku. Dan Eka, ya aku tidak tahu. Dia tak pernah memberitahuku kalau dia membenciku, pun sikapnya tak menunujukkan bahwa dia membenciku. Bahkan hingga sampai KKN usai, dia suka menjemputku untuk sekedar makan bersama dan mengantarkanku ke kosan tempat dimana aku tinggal.


Salutnya, dia mau-mau saja menjemput dan menghantarku pulang ke kosan, yang jaraknya lumayan jauh dengan tempat dimana ia mengontrak. Dan salutnya lagi, arah kontrakan dia dengan kontrakanku sangat berlawanan arah. Semacam cerita cinta picisan saja, yang rela berbohong pada gebetan bahwa arah rumah kita sama padahal sebetulnya arah rumah dengan gebetan kita begitu berlainan arah. Tapi Eka tidak berbohong, dan aku tidak dibohongi. Jadi aku sudah tahu kalau kontrakan Eka berlawanan arah, tapi dia mau-mau saja untuk menjempu atau mengantarku ke kosan. Aku sadar dia melakukannya, itulah kenapa aku begitu salut padanya.

Comments

Post a Comment

Popular Posts