Naiklah Kereta, Lalu Kalian Boleh Baca
Yoo, yang sehabis mudik, meski bukan lebaran, gapapa lah sebentar
singgah di kampung halaman. Setelah bersenang – senang menikmati liburan,
inilah saatnya untuk kembali menuju tanah perantauan. Semua rasa akan tercampur
aduk dan menimbulkan banyak lika – liku dalam perasaan. Sedih karena harus
meninggalkan rasa nyaman menjadi anak rumahan, sedih juga karena akan kembali
menjadi anak kos-an yang tak jarang di jam – jam tertentu merintih kelaparan.
Ya beginilah siklus pelajar yang masih menempuh jenjang pendidikan, mau tidak
mau harus mau melewati masa kritis yang tidak ber-pri kemanusiaan.
Nah, untuk kembali menjalani rutinitas biasa menjadi seorang
mahasiswa atau mahasiswi, mereka yang tak bisa berkendara menggunakan
transportasi pribadi, akan menyewa transportasi umum dengan begitu berat hati.
Salah satunya yakni dengan jasa layanan kereta api. Karena uang yang mungkin
lebih memadai untuk naik transportasi ini, kereta api juga memiliki layanan
yang lebih memadai dibanding dengan trasnportasi lain didunia ini.
Dan tahukah kalian? Orang – orang yang menaiki kereta api memiliki
beberapa fakta yang semua orang pasti menyadari, hanya saja enggan untuk
mengupas dan membahas masalah ini. Gak penting, atau mungkin, mereka punya
keseibukan lain.
Fakta orang yang naik kereta api.
Yang pertama, orang yang
naik kereta api merupakan orang yang sabar. Pembaca semua pasti mengamini fakta
ini. Kenapa tidak? Bayangkan saja, dari sebelum naik kereta api, kita harus
memesan tiket terlebih dahulu atau bahasa gaulnya yakni reservasi tiket.
Pemesanan tiket ini bisa kita lakukan dengan cara jadul yakni datang ke stasiun
terdekat yang buka dan melayani pemesanan tiket, menulis identitas diri,
kemudian mengantri dibelakang baris antrian seorang diri. Menunggu antrian yang
lumayan lama bukan merupakan hal yang menyenangkan, man. Kesabaran kita
sangat diuji disitu, menunggu giliran untuk dipanggil, mendengar nama orang
lain yang dipanggil, sedangkan nama kita kapan dipanggilnya? Itu bukan pekerjaan
yang mudah, lho. Tapi demi sebuah tiket untuk sebuah perjalanan, kita
mau mengantri dan menahan kesabaran. Itulah.
Ada cara lain untuk memesan tiket kereta api tanpa harus mengantri.
Yakni reservasi online menggunakan gadget yang kalian punya. Kalau ga punya
gadget, silahkan saja ke warnet terdekat kemudian buka situs online kereta api
Indonesia. Pilih menu reservasi dan lakukanlah pemesanan dengan cara yang baik
dan benar. Kita bisa memilih tempat duduk sendiri yang kita inginkan, dan kita
tak perlu antri seharian. Namun, pemesanan tiket online ini lebih mahal dari
biaya semestinya. Kita akan kena biaya charge Rp. 7.500,00,- untuk biaya
administrasi. Nah, disinilah kesabaran kita diuji kembali.
Kita tinggal pilih saja, kehilangan uang atau mengantri di luar
ruang?
Fakta kedua, orang naik
kereta api merupakan orang yang hemat. Bagaimana bisa tidak? Dibandingkan
dengan tarif kendaraan lain, naik kereta api lebih murah. Tapi lihat kelas
kereta apinya juga sih, kalau kereta apinya kelasnya eksekutif, tarifnya sama
saja dengan naik pesawat terbang, yang lagi promo besar – besaran. Hehe
Fakta berikutnya, penumpang
kereta api merupakan mereka – mereka yang memiliki kepribadian kalem. Kalo
bahasa Inggrisnya sih “calm” artinya tenang, kalem, lemah lembut, dan ya
cinta kedamaian dalam hati mereka. Sang masinis dalam menjalankan tugasnya
untuk mengendarai kereta api, begitu tenang dan penuh perhitungan. Dia tidak
sembrono dalam menjalankan tugasnya. Awalnya kereta akan berjalan secara
perlahan, dan terus saja pelan hingga kita sampai pada tempat tujuan.
Kesempatan ini menjadikan kita lebih puas menikmati pemandangan, memaknai
sebuah perjalanan, dan mengerti arti sebuah kehidupan. Ea.
Di kereta kita juga bisa menebar atau meraup inspirasi. Keadaan
yang tenang, perasaan yang nyaman, pribadi – pribadi orang disekitar yang
membuat kita aman, membuat pikiran mampu mengumpulkan data dan mengolahnya
secara signifikan. Itulah kenapa kereta api tak pernah sepi penumpang, selalu
banyak tiket yang dipesan, dan yang terpenting adalah semua kalangan bisa
menikmati dan mengerti arti sebuah perjalanan, entah barangkali untuk
menyeberang atau bahkan untuk kembali pulang.
Fakta terakhir yang mungkin ga semua penumpang mengamininya. Hehe.
Susah move on. Menarik saja jika fakta ini dimasukkan pada
tulisan kali ini. Pernah tidak kalian menaiki kereta api dan tiba – tiba saja
teringat kenangan manis bersama dia? Dia yang tak pernah lagi menjadi alasan
dibalik senyum kamu. Kamu, kamu, iya kamu. Hehe.
Tapi ini hal yang wajar sajalah. Kadang ketenangan bukan membawa
kita menuju masa depan, malah membawa kita pada seonggoh lalu yang berlalu
menjadi kenangan. Kita tidak bisa menolaknya dengan mudah jika kenangan secara
tiba – tiba mengambil jatah. Jatah dalam otak yang seharusnya memikirkan hal
yang lebih cerah, tapi malah kita peruntukkan untuk kenangan yang sudah lama
kita tinggalkan bersama lelah dan payah.
Tapi tenanglah, fakta ketiga menyebutkan bahwa penumpang kereta api
adalah orang dengan kepribadian kalem. Maka, kalian yang sekarang masih susah move
on, kalian akan secara kalem berhasil move on di masa yang akan
datang. Kapan? Itu sih tergantung kadar kekaleman kamu.
Forgetting is like math. If it goes easy, there must be something
wrong. And math never teaches us how to forget something.
Get the point? No.
“Jika saja aku tak pernah jauh dari rumah, aku tak akan pernah tahu
seperti apa artinya dekat. Jika saja aku tak pernah dekat dengan rumah, aku tak
akan pernah tahu bagaimana cara menghargai jarak.”
Happy traveling, everyone! Destiny is waiting for you.
Muc ❤
Aiq Edogawa.

Aku belum naik kereta lagi dewasa ini jadi aku gak boleh baca dong yaa?
ReplyDeleteUntung baru sampe judul doang
Ini yang punya kemana?kebelet mau baca malah blm disetujuin hzzz
Delete