26 Februari, Selamat Ulang Tahun Pahri!
Oh hai, halo, selamat pagi.
Sekarang sudah menginjak hari ke dua puluh enam di bulan Februari. Ada moment istimewa didalamnya dan aku tak bisa untuk berdiam saja menahan diri untuk berbagi, mengarang puisi, atau.... Membuatkan kue ulang tahun berwarna-warni.
Yaa, hari ini kamu berulang tahun yang ke dua puluh satu. Kamu ingat dengan baik kan?
Umurmu sudah bisa dibilang tua. Menginjak tahun kedua menjadi lelaki yang disebut-disebut berkepala dua. Kupikir kepalamu baik-baik saja, tak ada replika atau apapun disampingnya, tapi umurmu sudah tak dianggap belia. Dalam pikiranmu pun bukan tembak mainan yang menjadi resolusi kehidupan, tapi lika-liku perkuliahan yang ingin segera kau rampungkan.
Kau tidak membutuhkan perayaan besar dengan mengundang badut-badut lebar dan meniup lilin disertai tepuk tangan, yang kau butuhkan hanyalah doa yang selalu terpanjatkan untuk mengiringimu berjuang mencapai sebuah mandirinya kehidupan.
Aku tak pernah lekang mendoakan. Tanpa perlu kau berulang tahun semacam ini, aku sudah biasa bangun malam, memanjatkan pujian pada Tuhan, dan menyelipkan namamu di beberapa bagian.
Hanya saja, aku tak akan melewatkan kebahagiaan hari dimana kamu dilahirkan. Aku tak ingin melupakan hari dimana kamu menghirup napas pertama untuk sebuah kehidupan. Aku juga tak ingin lupa untuk bersyukur kepada Tuhan, Dia telah menciptakanmu hari ini tanpa ada sedikitpun keraguan.
Hingga sampai saat ini, kau masih sehat dan diberi umur panjang, menjalin serangkaian cerita kehidupan dengan banyak orang. Aku bersyukur tak menjadi bagian dari kebanyakan orang, karena yang aku tahu kau menempatkanku ditempat yang spesial.
Aku terlalu percaya pada diriku sendiri, dan aku percaya pada dirimu yang disana.
Hari ini aku akan berhentikan semoga, akan aku berhentikan ucapan ingin yang selalu diucapkan manusia di hari ulang tahun orang tercinta mereka, akan aku berhentikan harapan - harapan yang hanya akan menjadi bayang sebuah asa.
Di hari ulang tahunmu tahun ini, bersyukurlah pada yang Maha Memberi. Lakukanlah apa yang menjadi resolusi, karena bukan harapan yang akan dikabulkan oleh Dia yang Maha Mengabulkan, tapi usaha keras berbalut doa yang akan didengar dan terwujudkan.
Aku memberimu salam manis dengan wajah merah dipagi hari tanpa gerimis.
Selamat ulang tahun, lelaki tampan berkumis tipis yang lahir 3 hari setelah hari kamis.♥
Sekarang sudah menginjak hari ke dua puluh enam di bulan Februari. Ada moment istimewa didalamnya dan aku tak bisa untuk berdiam saja menahan diri untuk berbagi, mengarang puisi, atau.... Membuatkan kue ulang tahun berwarna-warni.
Yaa, hari ini kamu berulang tahun yang ke dua puluh satu. Kamu ingat dengan baik kan?
Umurmu sudah bisa dibilang tua. Menginjak tahun kedua menjadi lelaki yang disebut-disebut berkepala dua. Kupikir kepalamu baik-baik saja, tak ada replika atau apapun disampingnya, tapi umurmu sudah tak dianggap belia. Dalam pikiranmu pun bukan tembak mainan yang menjadi resolusi kehidupan, tapi lika-liku perkuliahan yang ingin segera kau rampungkan.
Kau tidak membutuhkan perayaan besar dengan mengundang badut-badut lebar dan meniup lilin disertai tepuk tangan, yang kau butuhkan hanyalah doa yang selalu terpanjatkan untuk mengiringimu berjuang mencapai sebuah mandirinya kehidupan.
Aku tak pernah lekang mendoakan. Tanpa perlu kau berulang tahun semacam ini, aku sudah biasa bangun malam, memanjatkan pujian pada Tuhan, dan menyelipkan namamu di beberapa bagian.
Hanya saja, aku tak akan melewatkan kebahagiaan hari dimana kamu dilahirkan. Aku tak ingin melupakan hari dimana kamu menghirup napas pertama untuk sebuah kehidupan. Aku juga tak ingin lupa untuk bersyukur kepada Tuhan, Dia telah menciptakanmu hari ini tanpa ada sedikitpun keraguan.
Hingga sampai saat ini, kau masih sehat dan diberi umur panjang, menjalin serangkaian cerita kehidupan dengan banyak orang. Aku bersyukur tak menjadi bagian dari kebanyakan orang, karena yang aku tahu kau menempatkanku ditempat yang spesial.
Aku terlalu percaya pada diriku sendiri, dan aku percaya pada dirimu yang disana.
Hari ini aku akan berhentikan semoga, akan aku berhentikan ucapan ingin yang selalu diucapkan manusia di hari ulang tahun orang tercinta mereka, akan aku berhentikan harapan - harapan yang hanya akan menjadi bayang sebuah asa.
Di hari ulang tahunmu tahun ini, bersyukurlah pada yang Maha Memberi. Lakukanlah apa yang menjadi resolusi, karena bukan harapan yang akan dikabulkan oleh Dia yang Maha Mengabulkan, tapi usaha keras berbalut doa yang akan didengar dan terwujudkan.
Aku memberimu salam manis dengan wajah merah dipagi hari tanpa gerimis.
Selamat ulang tahun, lelaki tampan berkumis tipis yang lahir 3 hari setelah hari kamis.♥

Comments
Post a Comment