Sebuah Cahaya Untuk Menjadi Diri Lo Sendiri

Well, sebenernya gw masih diselimuti kemalasan untuk menulis bagian ini. tapi entahlah, gw gaboleh terus – terusan bermalas – malasan karena lo tau? Satu kemalasan akan rusak aktifitas sebelangga… hahaha lebay banget kan?Whatever.

Gw punya reason tersendiri kenapa gw males nulis akhir-akhir ini atau bahkan sebulan yang lalu. That’s why,,,, gw terlalu mikirin penilaian orang lain akan tulisan gw. Takut – takut mereka menilai tulisan gw adalah tulisan yang ga bermutu lah, ga ilmiah lah, dan lain-lain. Meski sebenernya tulisan gw emang belum bisa dikatakan bermutu dan ilmiah. Yakali, tulisan seperti ini mau dapat mutu darimana. Dari situ gw makanya takut untuk nulis apa yang gw rasain, apa yang gw pikirin, dan apa yang jadi ganjalan dalam hidup gw. Nulis emang bikin mood gw up lagi, yang semulanya down. Tapi… mood gw akhir – akhir ini labil banget karena gw ga melakukan aktifitas mood changer ini. Balik lagi, karena gw terlalu takut akan penilaian orang. Padahal, penilaian mereka kan ga seharusnya mengubah gw menjadi buruk seperti ini.

Lama – kelamaan gw dapat pencerahan. Datengnya memang asli dari Tuhan tapi perantaranya melalui salah satu temen gw. Bukan temen actually karena dia semesternya lebih tua dari gw sekarang. Dia pernah bilang untuk jangan pernah jadi orang lain untuk disukai orang lain, tapi jadilah dirilo sendiri untuk disukai orang lain. Jadi intinya lo harus jadi diri – lo sendiri. Gausah ngerubah sifat lo agar lo disukain sama orang lain, tapi jadikan sifat lo sendiri agar disukai orang lain. Itu! Dari situ akhirnya gw mikir, gw ga perlu jadi sesastrawan Pramoedya Ananta Toer untuk menulis. Ga perlu menjadi sefilsuf Plato atau ga perlu menjadi sepuitis Kahlil Gibran agar tulisan gw menarik dan disukai orang lain. Acara menulis gw kan hanya sebatas untuk mengubah mood gw, atau sebatas mengungkapkan isi hati gw, atau opini – opini gw yang mungkin ga cukup kalau hanya jadi opini, makanya dituangkan dalam bentuk tulisan. Sekarang cukup jadi diri gw sendiri. Kalau orang – orang berpikir tulisan gw lebih mengarah kepada curhatan, atau lebih ke sifat yang gak ilmiah, dan lebih ke bahasa yang gak formal banget, ya biarin aja. Emang tujuannya bukan untuk sesuatu yang formal kan? Seperti yang udah gw ungkapin sebelum ini. Gaya gw adalah begini dan lo harus tau gaya gw seperti ini. Setiap orang punya gaya masing-masing gaes, termasuk dalam gaya tulisan mereka. Tuhan juga menciptakan makhluk sesuai dengan kadarnya masing-masing. Tertulis secara eksplisit dalam mushaf surat Fusshilat ayat 10. Cek aja sendiri. Surat ke 41.

Well, sekarang gw bakalan nulis as much as I can write. Cause writing is not only thinking about it, not only worry about it, and not only imagine about it. Writing is about write.

Pesan Dara Prayoga pada meet & greet nya tempo hari di Gramedia Surakarta yaitu: banyaklah menulis dan membaca. Gw bakal terapin itu semua dan…… yah, gw janji gw bakalan rajin nulis tiap hari! Kalo baca? Baca buku? Pasti. 

Karena gw mahasiswi dan nafas seorang mahasiswa/I adalam membaca.

Oke see you in the other opportunity,

Have a nice read, thankyou.

Comments

Popular Posts