Aku Mulai Membenci Jarak

Silahkan dinikmati dengan segelas panas hot chocolate atau hot coffe kesukaanmu, hirup aromanya agar ia menyerap dengan sepurna menjadi ritme kebahagiaan yang akan menyembuhkan kebencianmu..~ selamat menikmati..

Hei, aku mulai benci pada jarak. Bagaimana bisa ia dengan teganya memisahkan aku dengan orang yang aku cinta? Bagiaman bisa ia membentangkan diri dengan sangat nyata sedangkan ada dua hati yang sedang ingin menyatukan dirinya menjadi satu. Bagaimana bisa dia hanya terdiam melihat kesedihan pemilik hati yang mulai membenci keberadaannya?
Aku selalu bersabar atas waktu dan jarak. Tapi, apakah waktu dan jarak pernah bersabar untuk kebahagiaanku? Waktu tak pernah bisa mengendurkan dirinya hanya untuk memberikan aku kesempatan agar aku bisa berlama – lama bersama dengannya. Kenapa begitu? Padahal aku selalu bersabar atas waktu, dan tentunya sepaket dengan jarak.
Sebenarnya, apa yang sedang aku pikirkan kali ini? kenapa aku tiba – tiba merasa jarak dan waktu adalah dua hal yang sangat jahat? Dan aku adalah sosok yang sangat menyedihkan karena kelakuanku hanya bisa membenci dan tidak mampu berbuat apa – apa.
Hei,
Hei,
Hei,
Jarak…..
Aku sudah bosan berjuang melawanmu. Bagaiamana bisa kamu masih dengan semangatnya menjajah hatiku? Atau, kau membawa pasukan bernama rindu? Dan, satu lagi, kekuatan yang kau ciptakan yakni “tidak bisa bertemu”?
Oh Tuhan… jarak, rindu, dan tidak bisa bertemu.
Ada apa dengan semua ini?
Aku harus melewati hari – hariku dengan ketiga hal mengerikan itu. membuatku entah menjadi kuat atau rapuh. Terkadang aku bisa membisikkan hal menguatkan dan bisa menguatkan hatiku, namun kali ini… aku benar – benar tak kuat lagi.
Aku merinduuuuuuuu dan… ingin bertemu.
Siapa saja tolonglah peduli pada perasaanku yang satu ini. adakah cara agar kalian mengerti?
Aku sudah terlalu percaya untuk menitipkan cinta padamu, jarak. Dan waktu, aku sudah terlalu percaya untuk tetap menunggu ketepatan dan keakuratanmu terhadap kebahagianku nanti.
Jangan sekali – kali berhianat. Aku memang mulai membenci kalian berdua, namun aku tidak pernah berhenti percaya. Mungkin kalian memang dua hal yang patut dibenci sekaligus dipercaya.
Kemarilah,
Peluk aku bersamaan,
Letakkan pisau yang kalian bawa sedari tadi. Jangan lagi hujam keberadaanku dengan kerinduan yang kalian bawa. Itu sangat menyakitkan.
Cobalah berdamai denganku dan aku ingin sekali tersenyum saat memeluk kalian. Terimalah ajakan persahabatan ini.
Dengan rasa penuh percaya,
Aku memasrahkan cinta dan kebahagiaan pada kalian…


Comments

Popular Posts