Kalimat Sakral :D
Jadi, jangan
pernah main main dengan kalimat yang bahkan sangat sakral untuk diucapkan.
Sesuatu yang sakral diucapkan dengan sembrono berdampak buruk untuk kita.
Seperti kita bakalan menghabiskan waktu untuk mengetik tulisan ini, membaca
tulisan ini, menangis, dan lain lain yang pastinya aneh dang a bermanfaat. Btw,
daritadi bilang tentang sakral terus deh ya? Yang sakral yang bagaimanasih
menurut tulisan ini? Yaa yang kayak sesuatu yang selalu dilontarkan salah satu
pasangan kalo udah emosi hebat. “PUTUS”. Iya, kata itu akrab banget ditelinga
kalian bahkan di telinga kucing peliharaan kalian yang selalu kalian ajakin
curhat. Tapi, jangan salah, keakrabannya menyimpan kesakralan yang luar biasa.
Sebelum kita
bicara tentang kesakralan itu, apa iya para pembaca adalah orang – orang yang
tepat untuk diberi pesan ini? Iya kalian semua adalah insan-insan yang patud
untuk menerima pesan ini. Bacalah baik-baik.
Putus itu
sebenarnya punya satu arti dan satu maksud. Yaitu memutuskan hubungan antara
dua belah pihak. Seperti semisal, kalian awalnya pacaran, karena kata putus
kalian bisa saja tidak lagi punya pacar. Kata putus adalah kata yang harus
disetujui dua belah pihak yang sedang punya hubungan. Kalo gapunya hubungan
gimana mau putus? Lah, hubungan sodara kan juga bisa? Please, ini yang dibahas
tentang hubungan dalam tanda kutip pacaran, taken, relationship, you know?
Terus lagi, kalo ga disetujui dua belah pihak, ya namanya ga putus. Gantung.
Kalo ga disetujui dua belah pihak? Ya namanya ga putus-_- terus apa namanya? Ya
ga putus deh pokoknya. Bagaimana bisa dianggap putus sedangkan dua belah pihak
gamau mengakui kalo putus-_- Jadi ingat ya, kalo udah diputuskan oleh dua belah
pihak dan sama sama setuju untuk putus, namanya putus. Kalo malah disetujui
sama pengadilan agama, namanya cerai. Wkwk
Ada istilah
lain yang gatau sih ini dianggap sakral atau nggak. Namanya balikan. Balikan
punya kata dasar balik yang artinya kembali, dan dikasi imbuhan an. Jadi
artinya? Balikan itu mencoba kembali untuk memperbaiki hubungan yang udah
terputus tadi. Balikan juga harus penuh dengan keinginan dan di setujui oleh
dua belah pihak. Seperti putus tadi gitu deh. Nah, kalo cuma salah satu yang
pengen dan setuju, bukan balikan namanya. Tapi NGAREP! Iya, jadi Cuma salah
satu pihak doang yang pengen balikan, tapi yang satu lagi gamau balikan.
Eetdah, itu nyeseknya didengkul coy! Menjalar ke hati, merambat ke mata,
kemudian jatuh menjadi butiran bening yang rasanya asin wkwk.
Gaes,
sebenernya point yang bakalan ditekankan disini adalah tentang akibat
kesakralan yang dimiliki kata putus. Jadi, tulisan ini punya pesan, jangan
mudah untuk melontarkan kata putus. Jangan seenak jidat aja bilang putus sama
pasangan kita. Jangan menjadikan kata putus sebagai final word yang bakalan
nyelesein masalah, sedangkan masih banyak jalan untuk me-repair hubungan
kalian. Sebelum bilang kata putus, pikir-pikir lagi konskeunsi ke depan seperti
apa. Apa kalian sudah siap untuk putus? Apa kalian sudah siap untuk terbangun
di pagi hari dan mendapati inbox hp kalian kosong tanpa sms dari pacara kalian?
Apa kalian sudah siap merintih menahan rindu kepada seorang yang sudah bukan
milik kita lagi? Sebelum melontarkan kata putus, jangan sekali kali kalian lupa
untuk mengingat tentang sudah berapa banyak kenangan yang kalian buat dengan
pasangan kalian? Jangan lupa untuk bernafas dan mengingat sudahkah kalian
bersyukur karena telah memiliki pasangan seperti dia?
Putus itu
gampang. Yang susah pas setelah putus. Kita harus beradaptasi lagi dengan
keadaan yang sangat asing untuk kita. Kata putus itu bisa bikin hidup orang
bahkan kita berubah. Menjadi lebih baik atau lebih buruk. Jangan sembrono untuk
melontarkan kata tersebut. Syukur – syukur kalo baik berubahnya, kalo buruk? Ya
die. Intinya, putus itu sakral banget. Gaboleh main main lah dengan kata putus,
apalagi dengan seenaknya lontarin kata tersebut. Apalagi melontarkannya hanya
untuk ngetes dia mau atau gak diajak putus. Itu bukan ngetes, tapi main-main!
Jangan jadikan kata putus hanya sebagai sarana agar kalian dicegah untuk pergi.
Melontarkan kata putus hanya agar dia merengek untuk gamau diajak putus. That’s
stupid and the foollest action!
Inget aja,
apa iya kenangan, pengorbanan yang selama ini kalian bangun dengan pasangan
kalian hancur begitu saja dalam hitungan detik hanya karena kata putus?
Pikirkan lagi jalan keluar yang lebih baik daripada putus. Yakinlah kalo putus
bukan jalan yang paling benar. Tapi kalo udah fix banget harus putus, ya why
not.
Tapi..
semuanya tergantung kalian sih. Itu juga kan hidup kalian. Kalian yang harus
memilih. J
Well, thanks
udah baca tulisan sekaligus curhat terselubung gw.
Kita ketemu
di tulisan selanjutnya;)
September,
21st 2014.
Malaikat ke
14 EXOCPAST.
eL Faiqiyah.

Comments
Post a Comment